Profesionalisme
Guru di Era Revolusi Industri 4.0
Salma Amalia Aini
Program Studi Pendidikan Biologi
Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, UNJ, Jakarta, Indonesia
Email: salma24rfm@gmail.com
Amaliasal24.blogspot.com
Abstrak
Guru merupakan salah satu faktor
yang mempengaruhi masa depan dari peserta didiknya, yang akan menjadi generasi
penerus bangsa. Peningkatan kualitas profesionalisme guru sangat diperlukan
dalam perannya sebagai tenaga pendidik. Memasuki era revolusi industri 4.0,
guru dituntut untuk profesional serta memiliki kompetensi-kompetensi yang
menunjang dalam proses pembelajaran, karena dalam era revolusi industri 4.0 ini
teknologi sudah sangat berkembang dengan pesat dan guru diharapkan mampu
menghadapi tantangan tersebut dengan adanya kompetensi yang dimiliki agar mampu
menghasilkan sumber daya manusia yang paham akan teknologi.
Kata kunci: Guru,
Profesionalisme, Era Revolusi Industri 4.0, Kompetensi
Pendahuluan
a. Latar Belakang Masalah
Era revolusi industri 4.0
merupakan masa dimana semua hal berbasis teknologi begitu mudah memasuki segala
aspek kehidupan manusia, begitu juga dalam aspek pendidikan. Peranan guru dalam
dunia pendidikan tentu begitu besar. Guru pada masa sekarang ini harus memiliki
berbagai kompetensi agar mampu bersaing dan tidak tertinggal. Karena pada era
ini begitu banyak tuntutan serta tantangan baru dan diperlukan adanya
kreatifitas untuk menghadapinya. Masih adanya guru yang belum tentu memahami
teknologi membuat pendidikan di Indonesia tidak mengalami peningkatan.
b. Fokus Masalah
Masuknya era revolusi industri
4.0 di Indonesia, khususnya dalam aspek pendidikan menuntut tenaga pendidik
untuk memiliki kompetensi dalam menghadapi tantangan di era revolusi industri
4.0 dalam proses pembelajaran, karena dalam proses pembelajaran guru berperan
sebagai fasilitator.
c. Kajian Teori
Pada tahun 2011, Konsep “Industri 4.0” pertama kali dipakai
di publik dalam pelaksanaan pameran industri Hannover Messe di kota Hannover,
Jerman. Akan tetapi, pada masa ini baru dirancang ide mengenai “Industri
2.0”dan “Industri 3.0”. Istilah revolusi industri 4.0 pertama kali
diperkenalkan oleh Prof. Klaus
Martin Schwab, teknisi dan ekonom Jerman serta pendiri dan Executive Chairman
World Economic Forum. Schwab menuliskan dalam bukunya yang berjudul The Fourth Industrial Revolution (2017),
bahwa saat ini kita ada di awal sebuah revolusi yang secara fundamental mengubah
cara hidup, bekerja serta berkomunikasi sampai ke dunia pendidikan.
Pendidik diharapkan mampu
menyiapkan lulusan yang memiliki kualitas serta mampu bersaing secara global,
serta menguasai perkembangan teknologi, hal ini merupakan hal yang penting
untuk semua orang dan penting bagi masa depan suatu negara (Kanematsu
&Barry, 2016).
Menurut Undang-Undang nomor 14
tahun 2005 tentang guru dan dosen, profesi merupakan pekerjaan atau kegiatan
yang dilakukan oleh seseorang dan menjadi sumber penghasilan kehidupan yang
memerlukan keahlian, kemahiran, atau kecakapan yang memenuhi standar mutu atau
norma tertentu serta memerlukan pendidikan profesi.
Metode
Penelitian ini dilakukan dengan
metode studi kepustakaan, yang berkaitan dengan kajian teoritis dan referensi
lain yang berkaitan dengan nilai, budaya dan norma yang berkembang pada situasi
sosial yang diteliti, selain itu studi kepustakaan sangat penting dalam
melakukan penelitian, hal ini dikarenakan penelitian tidak akan lepas dari
literatur-literatur Ilmiah ( Sugiyono, 2012)
Berdasarkan pengertian tersebut,
maka penelitian tentang profesionalisme guru di era revolusi industri 4.0
diadakan dengan mempelajari serta membaca referensi dari berbagai
literatur-literatur ilmiah yang memiliki hubungan dengan penelitian.
Hasil dan Pembahasan
Pada era revolusi industri 4.0
ini begitu banyak tantangan yang dimiliki oleh seorang pendidik. Sangat
dibutuhkan kreatifitas serta ide-ide baru agar mampu bertahan di persaingan
revolusi industri 4.0 ini. Karena perubahan ekonomi serta sosial yang terjadi
begitu cepat, sektor pendidikan ditekan untuk memenuhi kebutuhan komunitas
digital (Schleiher, 2011). Pendidik diharapkan mampu melakukan adaptasi serta
menciptakan lingkungan yang memungkinkan untuk peserta didik dalam memecahkan
masalah serta hambatan yang ada, peserta didik juga diharapkan mampu untuk
berinovasi, menciptakan suatu karya, dan berkolaborasi (Wahid Omar, 2017).
Guru memiliki tugas utama untuk
mengajar, mendidik, membimbing, mengarahkan, melatih, menilai, sampai
mengevaluasi peserta didik, tidak hanya mengenai transfer ilmu pengetahuan
karena hal ini dapat tergantikan oleh teknologi, maka profesionalisme guru
sangat penting, guru harus meng-upgrade diri
dengan memiliki kompetensi-kompetensi yang dibutuhkan. Menurut Yahya (2010) terdapat beberapa tantangan guru di era
industri 4.0 yaitu:
1. Pendidikan yang berfokus pada character building
2. Pendidikan yang peduli
perubahan iklim
3. Enterprenual mindset
4. Membangun learning community
5. Kekuatan bersaing bukan lagi
kepandaian tetapi kreativitas dan kecerdasan bertindak (hard skills- soft
skills)
Profesionalisme guru harus mampu
mengikuti serta berkolaborasi dengan revolusi industri 4.0. Maka, diperlukan
adanya kompetensi-kompetensi yang dimiliki guru untuk meningkatkan
profesionalismenya. Kompetensi yang harus dimiliki guru antara lain sebagai
berikut:
1. Kompetensi Pedagogik
Kompetensi
pembelajaran yang memasukkan kecanggihan internet, guru dapat membuat kelas
virtual seperti di Google Classroom atau Edmodo. Guru harus dapat
mengoperasikan perangkat komputer atau smartphone.
2. Kompetensi Kewirausahaan
Kompetensi
ini diperlukan untuk membuat siswa memiliki inovasi berbasis teknologi. Guru
mampu mengarahkan dan memunculkan jiwa entrepreneurship,
sebagai pembekalan untuk siswa menghadapi era revolusi industri
selanjutnya.
3. Kompetensi Sosial
Guru
harus mampu berkomunikasi secara efektif, berkontribusi terhadap pengembangan
pendidikan di berbagai tingkat, serta memiliki sikap dan etika yang baik agar
mampu diterima oleh masyarakat. Karena, kemampuan lifeskill siswa sangat perlu
dilatih sejak di masa sekolah.
4. Kompetensi Konselor
Masalah
yang dihadapi peserta didik semakin hari semakin sulit, bukan hanya mengenai
pemahaman materi akan tetapi mengenai perkembangan psikologi peserta didik
juga. Maka, guru harus mampu memberikan solusi dan membangun mental peserta
didik agar lebih mampu bersaing.
Kompetensi-kompetensi tersebut
dapat guru kembangkan sesuai dengan kebutuhan, guru dapat mengikuti
pelatihan-pelatihan yang dapat meningkatkan kompetensi agar guru semakin
berkembang.
Penutup
Kesimpulan
Pada era revolusi industri 4.0
ini semua terdapat proses yang rumit dan
memiliki pengaruh yang besar dalam berbagai aspek kehidupan manusia, termasuk
dunia pendidikan. Guru harus memiliki profesionalisme agar mampu bertahan serta
bersaing dan membentuk karakter peserta didik agar mampu pula untuk bersaing
dengan inovasi-inovasi baru. Begitu banyak tantangan yang ada maka diperlukan
adanya kompetensi yang guru miliki, spereti kompetensi pedagogik, kompetensi
kewirausahaan, kompetensi sosoial dan kompetensi sebagai konselor.
DAFTAR PUSTAKA
Aprillinda, M. (2019).
Perkembangan guru profesional di era revolusi
industri 4.0. Prosiding Seminar Nasional Pendidikan Program Pascasarjana
Universitas PGRI Palembang, 600-608.
Bunyamin. (2016). Teacher
professionalism: a study on teacher’s
professional and pedagogic competence at vocational
high schools in the northern coastal of jakarta.
IJER, 1(2), 77-84.
Himawan, K. K., & Panggabean,
M. S. (2016). The development
of indonesian teacher competence questionnaire.
Journal of Educational Health and Community Psychology, 2(5), 1-15.
Norhayati, H., & Shahroom, A.
A. (2018). Industrial revolution 4.0
and education. International Journal of Academic Research
in Business and Social Science, 9(8), 314- 319.
Sugiyono. (2016).
Metode Penelitian Pendidikan.
Bandung : Alfabet.
Sukartono. (2018). Revolusi
industri dan dampaknya terhadap
pendidikan di Indonesia. Prosiding
Seminar Nasional PGSD Universitas
Muhammadiyah Surakarta, 1-21.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar